fbpx

Masih Perlukan Kita Ke Dokter? | Dokter VS Internet

Salah satu hal yang paling umum untuk dilakukan di saat kita sedang sakit adalah menyalakan handphone kita lalu membantai keyboard kita dengan mengetik gejala-gejala yang kita rasakan demi mencari informasi tentang kondisi kita sendiri.

Dan seperti sulap, daftar perawatan dan obat-obatan yang dapat membantu kita muncul di layar. Sejenak… kita merasa seperti kita tahu apa yang sedang kita lakukan. Tapi… apakah benar demikian? what do you think of our new bgm selection? 😉 Teknologi sudah berkembang dengan pesat sampai titik dimana seseorang dapat mencari tahu apa yang salah dengan kesehatannya tanpa perlu pergi ke dokter.

Bahkan, seseorang dapat bertindak sendiri dalam proses perawatan dirinya tanpa perlu arahan dari seorang dokter. Seluruh informasi tersebut, tersimpan di genggaman kita dalam bentuk aplikasi di dalam smartphone maupun artikel di dunia maya.

Kita tinggal menelurusi internet untuk mencari artikel yang tepat atau berbincang dengan Artificial Intelligence dalam bentuk aplikasi dan memberitahukan gejala-gejala yang muncul.

Sebagian besar orang merasa puas dengan jawaban yang mereka terima dari beberapa menit menelusuri informasi-informasi yang sudah tersedia itu.

Tapi… bagaimana jika gejala yang muncul itu bersifat… rancu? Jika muncul benjol atau bengkak di leher apakah jawaban yang tersedia itu, mereferensikan kepada benjol akibat trauma, tumor, atau bahkan kelenjar getah bening yang membengkak? Pada situasi ini, seberapa membantukah internet atau aplikasi?

Lihat Juga : Apa Itu Autism Spectrum Disorder?

Dokter adalah seseorang yang sudah menghabiskan banyak waktu mempelajari apa yang perlu diketahui di dalam dunia kesehatan.

Jadi Bagaimana?

Memang benar, bahwa informasi yang biasanya diperoleh dari anamnesa merupakan kunci penting dalam menentukan penyebab dari gejala yang muncul. Dan informasi itulah yang diandalkan oleh aplikasi maupun artikel di internet untuk membantu kita.

Tetapi, pemeriksaan kesehatan bukan hanya sekedar anamnesa. Pemeriksaan fisik dimana seorang dokter akan menilai keadaan pasiennya secara langsung, misalnya dengan menggunakan stetoskop, endoskopi, dan lain-lainnya adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh artikel maupun aplikasi di handphone kita.

Selain itu, pemeriksaan penunjang pun akan dapat lebih leluasa didiskusikan dengan seorang dokter. Salah satu contoh sederhananya adalah tes darah. Jika kita memilih untuk memakai aplikasi atau artikel yang memberikan jawaban berdasarkan informasi gejala saja, mungkin kita perlu mengingat bahwa gejala penyakit satu bisa sangat mirip dengan gejala penyakit dua, tiga, empat, dan seterusnya.

Di sinilah peran penting pemeriksaan fisik dan berbagai pemeriksaan penunjang yang kita tidak boleh abaikan. Di antara kemudahan menggunakan smartphone dengan ketepatan diagnosa seorang dokter secara langsung yang mana yang kalian pilih? Tulis pendapat kalian dan alasannya di kolom komentar di bawah.

Start typing and press Enter to search